memenggal nafasku kian pasti..
melempar dalam kenyataan pahit tak berujung...
tak kan pernah kulupakan saat dimana ku jatuh
tak kan pernah kulupakan saat dimana ku jatuh
dan kau tak perduli padaku...
hanya mengibaskan keegoisan diri sendiri
hanya mengibaskan keegoisan diri sendiri
seakan tak kan pernah kau alami nasib yang sama
seperti nasib pahitku...
semoga.....
terima kasih buat symphoni terakhir yang kau nyanyikan...
pada malam malam panjang kesakitan merajai hidupku..
dan kau dengan angkuhnya tak perduli akan semua yang kualami....
terima kasih buat naif yang kuterima...
terima kasih buat kebodohanku ini...
kau dan dia punya hak untuk menertawakan ku...
hingga kehidupan kalian berhenti pada titik nol...
dan aku disini hanya diam terpaku dalam kirbat sunyi
tanpa engkau....
tanpa kekasih...
tanpa rival...
yang selama ini telah setia menyiksa hari hariku....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar