Kamis, 28 April 2011

SiaPa Kau SeBeNaRNYa ?????

Siapakah kau sebenarnya, duhai Manusia.....
Kau menggerayangi seluruh belahan diriku
Menyelusup  di setiap sudut persendianku...dalam kelopak mataku..ďan diantara buah dadaku..

Berenang lincah bersama aliran darahku
Seakan kau tak akan pergi dari setiap jengkal diriku...

Siapakah kau sebenarnya, duhai insan Tuhan...
Ketika ingin ku pejamkan mata
Kau hadir dengan senyum misteri..
Mengisi di setiap titik anganku
Namun jika ku membuka mata dan terjaga...
Kau menari dihadapanku seakan menjanjikan seribu satu mimpi...
Kutanya kau?
Bagaimana aku harus bertindak?

Setiap waktu..
Detik demi detik..
Menit demi menit..
Kau seakan peluk erat diriku...
Tak dapatkah ku lepas dari bayangmu walau sesaat ?

Siapakah sebenarnya kau, duhai lelaki terkasih..
Walau sosokmu hadir hanya dalam alam bawah sadarku..
Kau telah menyisakan seribu bayang
Yang tak akan punah meski semua mungkin kan berlalu pada akhirnya..
Kau juga menorehkan sebuah rasa
Yang tak dapat aku mengerti hingga detik ini...

VN avec amour ☺
Amlapura, 27 april 2011, 23.50 wita
Bon nuit mon mari...

Selasa, 26 April 2011

S.E.T.I.A

Biarpun kadang aku bimbang
Pada tumpuan yang kupijak
Namun suara hati ini
Senantiasa berkata tak bolehlah membagi
Meski hanya sebuah senyum
Apalagi sebuah rasa

Hatiku telah kusisihkan untuk belahan jiwa...
Separuhnya teruntuk buah hatiku..
Meski pengorbanan ini kadang terasa menyakitkan...
Tapi inilah takdir Tuhan
aku yakin cinta yang kuperjuangkan
Akan terasa indah pada waktunya

BIAR LANGIT YANG MENENTUKAN

Hangatnya selimut dalam kamarku malam ini..
Mengingatkanku akan hangatnya pelukanmu..
Lembutnya kecupanmu..
Kesejukan sungai kebahagiaan
Bagai menatap senyummu
Damaikan jiwaku..

Di mana.. belas kasih itu?
Bersamamu seperti mimpi semu
Hanya bisa merasakan abadinya asa
Dalam hati tersimpan banyak doa..
Kau bilang kita pasti bisa
Bisa saling mencintai...
Bersama sampai tua..
Bersatu hingga mati..

Kau bilang perbanyak doa dan harapan
Impian kita kan terwujud..
Yakinlah itu...ujarmu!!
Namun apa yang terjadi kini..?
Biarlah Langit yang memutuskan..

Satu keinginan..
Cinta kita jangan sampai berubah
Hati kita tetap menyatu
Menciptakan bahagia bersama
Ternyata semua tak semudah yang kita duga..
Rangkain puzzle kan berubah bentuk seiring datangnya rayu dunia..

Bagaimana.. harus ku hentikan kacau balaunya suasana hati?
Impian kita hanya sebatas dalam khayal..
Biarlah Langit malam yang memutuskan
Tentang alur cerita ini...

AKU dan SEBUNGKUS ROKOK

Sepi..
Hanya ada aku dan sebungkus angan berisi sederet tembakau setiaku..

Satu demi satu,..
Rindu dan sesal membakar rambut mereka..
Seakan sebuah dupa diatas pura kecil didepan rumah...

Kepul asapnya bagai tarian hologram
Memproyeksikan bayang wajahmu hingga ke langit-langit kamarku
Apa  setiap kisah cinta seperti tembakau ini?
Bermetafora menjadi abu..
Dan bangkainya terbengkalai pada pusara asbak berisi aksara tentang luka?
Hanya kau yang dapat merangkaikan cerita untukku...


Amlapura, 26 april 2011 - 23.00 wita
Un Malpropre heart

Senin, 25 April 2011

selamat malam bintang malam

Bintang...
Tahukah kau..
Kulalui malam hingga pagi menjelang bersamamu..
Bersama sentuhan lembut dari alam khayal..dan bisikanmu menyeruak asa yang tertikam keulu hati terdalam..

Bintang..
Tanyakan padaku..
Sebatas mana ku sanggup melalui hari hari ‎​​tanpa sehelai tirai dusta?dan topeng kemunafikan terpancang angkuh diwajahku?

Bintang..
Ironinya hidup,tak menghenyakkanku dalam alam sadar..
Seakan turut berdendang menyuarakan suara hati dengan senandung cinta semunya..

Baru kusadar..
Hidup ini indah ya bintang?
Seperti kulihat senyumanmu tatkala hujan berhenti menangis dan kau mulai membuka dirimu dalam gelapnya malam?
Mengembangkan tanganmu tuk mendekapku dalam kehangatan setitik sinarmu..

Bintang..
Terima kasih atas sekelip hadirmu dalam nafasku yang sudah mulai terengah..
Walau ini tak kekal...
Namun kutahu, semua kan indah pada waktunya...☺☺


Vn with lasting love
Amlapura ditengah malam

harapan untuk seseorang yg jauh..

Pendar bola mata indahmu...
Bak air yang mengalir disungai tandus...
Memadamkan seluruh buliran ego serta munafikku..
Memenuhi ruang kosong jantung hati lama tak bersuara..
Mematahkan ranting rapuh dalam jengkal tubuh hampir tak bernyawa...

Sentuhanmu...
Membuat darahku tersembur membasahi setiap luka pernah kurasa sebelumnya....

Untuk aku kau ada..
Untuk aku kau mengakar..
Menapaki setiap jengkal masa lalu yg kini tak brarti untukku...

Tak banyak harap yang tersisa kudapat...
Denganmu kurasa puas..
Cukupkan semua bejana kosong dalam hidupku..


Vn with love...
Amlapura, 25 april 2011, 23.20 tengah malam...

Selasa, 12 April 2011

kesia siaan

Separuh hidup yg telah ku lalui adalah kesia siaan belaka..
Tanpa makna...tanpa cerita..
Siapa yang perduli dengan semua yang telah kulalui..
Tak seorangpun..
Kamupun tidak...

Geliat dan keangkuhan dunia menelanku hidup hidup..
Ganasnya hidup menerkam dan mencabik cabikku dlm balutan kengerian...

Wajar jika kumengadu pada lolong malam...
Berbalut kafan putih tanda kumenyerah pada maut...
Sesungguhnya...
Hidupku...
Hanya untuk pemangsa berkedok cinta

hidupku

aku adalah sepenggal kata usang yg tak bernyawa...
Tak perlu kau sentuh dengan tangisanmu..
Tak perlu kau sentuh aku dengan kata kata manis pujangga..
Karena bagiku semua adalah seonggok kain butut yang siap dihantar pada lekuk api yg membara...

Kataku..bak petir disiang bolong
Tak perlu kau cerna
tak perlu kau fikirkan
telanlah  mentah mentah dan muntahkan kembali..

Karena tak ada fungsinya untuk hidupmu...
Biarkan  aku terbang tinggi menghilang diawan gelap
Dan hantu malam menelanku hidup hidup...

Tak mengapa...
biar nanti arwahku yang menemani tidur malammu...
Disaat kau meratap...semua sudah terlambat..
Karena aku hanyalah seonggok kain usang tanpa makna...

Selasa, 05 April 2011

TAK TAKUT KEHILANGAN

tak takut aku kehilangan indahnya mentari pagi,
embun yang bersujud sisudut dedaunan...
kupu kupu bercumbu ditas bunga
ceracau prenjak diseberang jendela...
mungkin gerimis dan pelangi,
atau selendang tipis kabut yang berlapis-lapis dilekuk perbukitan..
tempatku menulis sajak dan impian.

tak takut aku kehilangan pesona senja,
kilau emas padang ilalang...
angin berhembus sepoi - sepoi menyelisir rambutmu..
dan burung - burung kembali kesarang dalam barisan panjang
kehangatan cinta, seperti barisan pengaduanku ketika pulang kehatimu,
menyelesaikan setiap sajak dan persoalan..

bagaimana mungkin aku kehilangan,
padahal kau selalu disiku,
kutemukan segalanya menjadi lebih indah...
segala sajak jadi lengkap...
makanya ku tak takut kehilangan kerling bintang di malam hari
musik jangkerik dan serangga malam..
lampu lampu berpendaraan bagai untaian manikam
atau rembulan yang suka menyelinap diantara sajak dan rayuan

SEJUMPUT RINDUKU

ku tak dapat bertutur...
saat sorot mata bathin menikam jantungku...
menggetarkan seluruh sendi sendi tulang...

sayup terdengar sayup suara yang hampir punah
berdendang ria dihati..
sambil memainkan kecapi dalam harmoni jingga cinta

berhembus bagai buaian syahdu.. 
dikala ku nestapa dalam kesendirian
menemani dinginnya malam 
walau hanya dalam khayal dan pilu...

terima kasih sudah mengisi kesendirianku
walau hanya sesaat...